Menpora Dito Sebut Sukses Piala Dunia

Menpora Dito Sebut Sukses Piala Dunia

Menpora Dito Sebut Sukses Piala Dunia U-17 Membawa Dampak Positif Terhadap Ekonomi Sektoral dan Wilayah

Menpora Dito Sebut Sukses Piala Dunia . Pada bulan November 2019 lalu, Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA. Turnamen sepak bola internasional ini menjadi sorotan dunia dan juga mampu memberikan dampak positif terhadap ekonomi sektoral dan wilayah di Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menyebut bahwa suksesnya penyelenggaraan Piala Dunia U-17 ini memberikan banyak manfaat bagi Indonesia.

Salah satu dampak positif yang dirasakan adalah peningkatan sektor pariwisata. Dengan adanya turnamen ini, Indonesia berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk datang dan menyaksikan pertandingan sepak bola. Selain itu, para pendukung tim-tim nasional juga datang ke Indonesia untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan mereka. Hal ini berdampak positif terhadap perekonomian di sektor pariwisata, seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, pendapatan hotel, restoran, dan transportasi.

Tidak hanya sektor pariwisata, sektor ekonomi lainnya juga merasakan dampak positif dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Misalnya, sektor perdagangan. Dengan adanya turnamen ini, permintaan akan produk-produk terkait sepak bola meningkat. Toko-toko olahraga dan penjual merchandise resmi Piala Dunia U-17 mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Hal ini memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan juga perekonomian di wilayah sekitar stadion.

Menpora Dito Sebut Sukses Piala Dunia

Selain itu, penyelenggaraan Piala Dunia U-17 juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan infrastruktur. Untuk menyelenggarakan turnamen ini, Indonesia melakukan berbagai pembangunan dan peningkatan fasilitas di stadion dan sekitarnya. Misalnya, pembangunan tribun, perbaikan lapangan, peningkatan aksesibilitas, dan lain sebagainya. Pembangunan ini tidak hanya memberikan manfaat saat penyelenggaraan turnamen, tetapi juga memberikan warisan jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Selain dampak sektoral, penyelenggaraan Piala Dunia U-17 juga memberikan dampak positif terhadap wilayah. Turnamen ini menjadi ajang promosi bagi Indonesia sebagai tuan rumah yang mampu menyelenggarakan acara internasional dengan sukses. Hal ini dapat meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia dan juga meningkatkan kebanggaan masyarakat Indonesia. Selain itu, penyelenggaraan turnamen ini juga membangkitkan semangat olahraga di wilayah tersebut, dengan banyaknya kegiatan terkait sepak bola yang diadakan oleh masyarakat setempat.

Dalam kesimpulannya, penyelenggaraan Piala Dunia U-17 FIFA di Indonesia memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi sektoral dan wilayah. Dalam hal ini, sektor pariwisata dan perdagangan menjadi sektor yang paling dirasakan dampaknya. Selain itu, pembangunan infrastruktur dan peningkatan citra positif juga menjadi dampak yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, penyelenggaraan acara olahraga internasional seperti ini memiliki manfaat yang besar bagi negara dan masyarakatnya.

Jakarta: Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-17 tahun 2023 di Indonesia sukses menghasilkan perputaran uang hingga ratusan miliar rupiah. Sebagaimana disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan pers, Senin (4/12) siang.

Menpora Dito Sebut Sukses Piala Dunia

Menpora Dito menguraikan, selama hampir sebulan lebih Kemenpora bersama PSSI dan Litbang Kompas mengadakan survei terkait dengan dampak Piala Dunia U-17. Dalam dampak perhitungan ekonomi ini digunakan metode survei kuantitatif pada penonton, pelaku usaha dan volunteer. Serta menggunakan analisis data sekunder berbasis yang bersumber dari BPS dan data RAB penyelenggaraan Piala Dunia U-17 dari Kemenpora.

“Analisis digunakan untuk mengetahui besaran dampak event Piala Dunia U-17 terhadap perekonomian secara sektoral maupun kewilayahan,” terang Menpora.

Lebih lanjut dijelaskan, dari data sekunder sementara berupa RAB dan perhitungan rata-rata pengeluaran pentonton, dapat dilihat seberapa besar kenaikan ekonominya. Diketahui dari penyelenggaraan Piala Dunia menghasilkan perputaran uang sebesar Rp305 miliar dengan angka pengganda 1,6.

Angka pengganda atau money multiplier itu merupakan rasio antara perubahan jumlah uang beredar dan perubahan uang primer yang juga disebut monetary base. Sementara itu perputaran uang mengukur berapa kali satu unit mata uang digunakan untuk membeli barang dan jasa dalam waktu tertentu, dan konsep perputaran uang menghubungkan besarnya aktivitas ekonomi dengan jumlah uang beredar.

“Perputaran uang tersebut tentunya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sektoral dan kewilayahan,” sebut Menpora.

Menurut analisis ekonomi, tambahan nilai produksi barang dan jasa di indonesia yang dihasilkan dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di empat daerah yaitu sebesar Rp250 miliar. Dari segi PDB pun mengalami peningkatan sebesar Rp229,2 miliar.

Menpora Dito Sebut Sukses Piala Dunia

“Dengan demikian penyelenggaraan U-17 berdampak pada perkembangan ekonomi, berdasarkan sektor sebesar 0,02 persen,” ujar Menpora Dito.

Bukan hanya perputaran uang, dampak dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17 juga memberikan sejumlah multiplier effect pada perkembangan berbagai sektor di indonesia. Meliputi tempat wisata, food & beverages, pedagang merchandise sepak bola, penginapan serta UMKM Kriya.

“Di antara kelima sektor tersebut, pariwisatalah yang paling terdampak, mengalami kenaikan pendapatan usaha rata-rata sekitar 58,4 persen dibandingkan hari biasa,” papar Menpora.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis