Biliar Berkembang Jadi Olahraga Industri

Biliar Berkembang Jadi Olahraga Industri

Menpora Dito Ingin Biliar Berkembang Jadi Olahraga Industri

Biliar Berkembang Jadi Olahraga Industri. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali atau yang akrab disapa Dito telah mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan olahraga biliar menjadi industri yang lebih besar di Indonesia. Dalam kunjungannya ke salah satu klub biliar di Jakarta, Dito menyatakan pentingnya mengangkat olahraga ini agar lebih dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat.

Biliar, juga dikenal sebagai snooker atau pool, adalah permainan meja yang dimainkan dengan menggunakan tongkat dan bola. Olahraga ini telah menjadi populer di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, meskipun memiliki penggemar yang cukup banyak, biliar masih belum dianggap sebagai olahraga utama di Indonesia.

Dalam upayanya untuk mengembangkan olahraga ini, Menpora Dito telah mengusulkan beberapa langkah konkret. Pertama, ia berencana untuk meningkatkan jumlah klub biliar di seluruh Indonesia. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk bermain dan mengembangkan bakat mereka dalam olahraga ini.

Selain itu, Dito juga berencana untuk mengadakan turnamen biliar yang lebih besar dan lebih sering. Turnamen ini akan melibatkan para pemain biliar terbaik dari seluruh Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kompetisi dan memperkenalkan olahraga ini kepada lebih banyak orang.

Biliar Berkembang Jadi Olahraga Industri

Selain itu, Dito juga berharap dapat memperoleh dukungan dari pihak swasta untuk mengembangkan olahraga biliar. Dengan adanya dukungan finansial, olahraga ini dapat berkembang lebih cepat dan mencapai tingkat yang lebih tinggi.

Dalam upayanya untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap biliar, Dito juga berencana untuk melakukan kampanye publik. Kampanye ini akan memberikan informasi tentang manfaat olahraga ini, baik dari segi kesehatan maupun potensi karir yang dapat dihasilkan.

Dito juga berharap dapat melibatkan lebih banyak anak muda dalam olahraga ini. Ia percaya bahwa biliar dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu anak muda mengembangkan keterampilan sosial, konsentrasi, dan strategi. Dengan melibatkan anak muda, olahraga ini dapat menjadi semakin relevan dan menarik bagi generasi muda Indonesia.

Menpora Dito juga berharap dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa biliar hanya sekadar permainan biasa. Ia ingin mengangkat olahraga ini menjadi olahraga yang diakui secara resmi dan dihargai oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu negara dengan potensi besar dalam bidang olahraga, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan biliar menjadi olahraga industri yang sukses. Dengan dukungan dari pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, olahraga ini dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia.

Biliar Berkembang Jadi Olahraga Industri

Menpora Dito berharap bahwa dengan langkah-langkah yang diusulkannya, biliar dapat menjadi olahraga yang lebih terkenal dan dihargai di Indonesia. Ia yakin bahwa olahraga ini memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.

Bogor: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo ingin olahraga biliar lebih maju dan populer di Tanah Air. Olahraga bola sodok itu diharap bisa berkembang menjadi olahraga industri.

Demikian disampaikan Menpora Dito saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) di Lido Lake Resort, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/12).

“Saya harap perkembangan biliar dapat didorong menjadi industri olahraga. Ujung dari semua pembinaan cabang olahraga adalah menghasilkan atlet yang baik dan pemerintah melalui DBON berkepentingan untuk itu,” ujar Menpora Dito.

Menpora Dito bilang, keberadaan PB POBSI juga bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga biliar. Disamping itu, Menpora Dito mengingatkan, olahraga dengan kategori konsentrasi tersebut harus menjunjung tinggi martabat dan memupuk nilai-nilai persahabatan.

“Oleh karenanya, Kemenpora menyampaikan apresiasi kepada PB POBSI dalam menjaga konsistensi kepengurusan dan memberi arah kebijakan yang tepat untuk mengukir prestasi,” jelas Menpora Dito.

“Mungkin hampir semua orang mengenal olahraga biliar. Jika dipadukan dengan entertainment dan industri serta dikelola dengan baik, saya yakin olahraga biliar semakin maju,” tambahnya.

Biliar Berkembang Jadi Olahraga Industri

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ade Lukman memberi apresiasi atas pembinaan atlet dan capaian prestasi olahraga biliar. Menurutnya, PB POBSI harus terus melakukan kompetisi berjenjang untuk menjaring atlet-atlet yang potensial.

“Kompetisi perlu dilakukan sesering mungkin dalam upaya mencari atlet dan mengembangkan potensi-potensi yang ada. Kemudian PB POBSI harus mempersiapkan atlet untuk menyambut PON Aceh-Sumut yang sebentar lagi akan digelar,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum NOC Indonesia Ismail Ning. Dia ingin biliar Indonesia bisa berkembang dan mencetak prestasi hingga ke tingkat dunia.

“Saya kira PB POBSI harus terus merangkul klub-klub yang ada. Perlu kolaborasi yang bagus. Jujur kita rindu dengan prestasi-prestasi di level dunia. NOC Indonesia tentu memberi dukungan penuh untuk kemajuan olahraga biliar Indonesia,” pungkasnya.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis